Memberi gizi menjadi kewajiban politis. (Ilustrasi: Pexels / RDNE Stock) Makanan bergizi! Semua manusia tak akan menolaknya. Menjadi makhluk sehat merupakan harapan semua manusia. Soal gizi, aku akan tulis 'sangat singkat', terkait realitas yang sedang terjadi di negeri ini. Ya! Frasa 'gizi' kini menjadi sangat politis. Baca Juga: SUNGAI DAN WAJAH PERADABAN HARI INI Kemana Ibu-ibu Negeri? Suka atau tidak, setuju atau tidak, negara ini sedang riuh memberi 'gizi gratis' bagi anak-anak negeri. Sekotak makanan bergizi ak…
Sungai itu wajah peradaban. (Foto Ilustrasi: Sungai di wilayah Jombang-Jatim/cs) Aku tidak sedang menulis lakon pementasan tentang sungai. Juga tidak sedang mempersiapkan puisi tentang sungai. Bagiku, sungai sudah terlalu puitik. Dan sungai - di negeri ini - telah menyajikan lakonnya sendiri. Sebuah cerita yang sangat teaterikal. Sungai hari ini, telah memerankan sisi protagonik dan antagonik yang sangat menarik. Bak seorang aktor yang hadir multitafsir di atas panggung realitas. Baca Juga : ESAINOLOG: HUJAN TERLALU PAGI Imaji sungai menyug…
Hujan terlalu pagi. (Ilustrasi: Dok) Masih belum genap pukul sepuluh pagi, hujan tumpah. Beberapa orang mengumpat serapah, sebagian lain tertawa gundah. Hujan di sini. Saat aku menulis catatan ini, deras bak langit terkuras. Ya! Masih belum genap pukul sepuluh pagi. Bagiku, hujan mendadak tak harus membuat perjalanan luluh lantak. Hujan mendadak tak harus membuat serapah tersedak. Ada nikmat dalam jeda tak terkatakan. Ada nikmat berteduh tanpa bersimpuh. Butir hujan berpendar seperti membawa kabar. Musim hujan selaiknya bukan hambatan. Ta…
Aku dan diskusi tanpa tepi; soal teater! (Foto: Dok) Teater dalam konteks sangat sempit adalah seni pertunjukkan. Dan aku ingin bicara dalam konteks sangat sempit itu. Tanpa dibelit prasangka 'konsistensi,' sejatinya aku sedang mendedah dua hal; eksistensi dan eksplorasi. Apakah keduanya dibutuhkan dalam 'berteater dalam konteks sempit' itu? Atau hanya bisa dilakoni salah satu saja? Bagiku, menjalani aktivitas berteater adalah pilihan. Dibelit dengan realitas hari ini, maka berteater seolah dihadapkan pada dua kutub itu Re…
Masihkah Jombang mempunyai Strategi Kebudayaan? (Foto: Dok) Akhir tahun 2024 lalu, sebuah peristiwa asyik terjadi. Pertemuan dengan tokoh budaya Jombang, Jatim, Nasrul Illahi, akrab disapa Cak Nas, sungguh menggairahkan hal baru. Menggairahkan! Karena kami terlibat dalam jagongan budaya yang diinisiasi Sanggar Seni Permata Bangsa pimpinan Abdul Machin. Cak Nas, adik kandung Emha Ainun Najib itu, masih bugar. Meski hampir 10 tahun lebih tidak bertemu, rasanya aura keakraban itu 'sangat cepat' terjadi. Aku dan Cak Nas, bincang banyak …
Menghayati makna pergantian tahun. (Foto: Dok/ist). Aku menulis catatan ini, 1 Januari 2025. Dan momentum pergantian tahun itu terjadi tadi malam (beberapa jam lalu). Momentum pergantian tahun, mestinya berjalan sangat 'khusyu'. Tetapi tidak terjadi di kampungku atau bahkan di seluruh penjuru negeri. Nuansa profan, tanpa pendalaman makna, menandai detik-detik pergantian tahun. Inikah yang dicari? Momentum pergantian tahun terasa cukup hingar. Sakralitas hanya omong kosong Harapan baru hanya 'silat lidah' jika ada yang bertan…
Manusia dalam dialektika 'sisi gelap' (Ilustrasi: Cucuk Espe) Manusia diciptakan untuk menjadi makhluk teaterikal. Layaknya panggung eksperimental, manusia harus menjalani dengan penuh totalitas. Sisi gelap dan terang saling berdialektika dalam diri manusia untuk menciptakan keutuhan peran. Keutuhan pribadi dan kematangan diri, sejatinya ibarat pendulum gelap-terang yang saling 'bermain' dalam batin. Manusia Sempurna Sebuah utopia menuju kesempurnaan, begitulah manusia menuju keutuhan dirinya. Merawat 'sisi gelap' d…
By Cucuk Espe In nature's realm, where beauty thrives, Humans tread with reckless strides. Ecosystems fragile, pristine and rare, Fall to man's greed, stripped bare. Forests lush, a symphony of green, Now silenced, only echoes remain. Rivers once pure, now tainted by care, As concrete jungles rise, nature despairs. Species vanish, their songs fade, Human progress comes at a grave trade. Earth's intricate web, disrupted and torn, For progress and profit, all else is scorned. Yet hope lingers, a whispering breeze, A chance to mend, t…
Puisi Cucuk Espe Kita masih merah, belum putih Kita masih berdarah-darah, dalam mimpi lirih Hanya merah kesedihan tumpah Tanah Air! Oh, Tanah Air... Inikah merdeka yang terjanjikan itu Di bawah peluru dan derap sepatu Ketika itu angkara adalah biasa Nafsu murka terumbar tanpa jeda. Anak-anak sembunyi dari luka menganga. Tapi, bukankah kita masih merah? Merdeka hanyalah sekedar berani Merdeka hanyalah soal menang kalah Merdeka bukan soal kesadaran diri Akal waras terbungkus kain putih Tersimpan dalam lemari terkunci. ; Jadi merdeka itu apa? Pe…
Aku semakin paham mengapa para tetua atau kakek buyut dulu sering menyendiri dan berdiam diri di suatu tempat. Lepas dari hedonisme dalam rangka mendengarkan suara nurani merupakan tujuan tertinggi. Bukan untuk menyia-nyiakan harta dan segala kesenangan tetapi melatih diri "menyapa" kesenangan dengan sewajarnya. Itu yang penting! Terlalu banyak gelimang kesenangan, kecurangan, kebohongan, keserakahan, dan kemunafikan yang mematikan kejernihan. Terlalu banyak pula manusia yang menghamba pada keseluruhan perilaku tak terpuji. Hasiln…
Tips menulis! Ya, hingga saat ini, saya belum menemukan tips jitu menulis artikel. Termasuk apa yang akan saya bagi dengan Pembaca berikut ini. Ini adalah pengalaman saya pribadi, selama melakukan aktivitas menulis. Setelah ‘berhasil’ membuat judul tulisan yang menarik, berikutnya adalah membuat paragraf pembuka. Mengapa paragraf pembuka menjadi penting? Seberapa besar pengaruhnya terhadap ‘keberhasilan’ sebuah artikel? Sebelum terjadi ‘salah paham’ diantara kita (?) perlu saya tegaskan bahwa setiap orang yang gemar menulis memiliki metod…
Anda suka menulis? Dan problem kebanyakan penulis (pemula?) adalah ide tulisan. Topik apa yang menarik menjadi bahan tulisan merupakan hal penting bagi penulis. Saya mengkhususkan tulisan singkat ini bagi penulis yang sering menulis artikel populer untuk media massa ataupun sosial media. Jujur saja, terkadang saya juga mengalami kebuntuan ide. Celakanya, hingga saat ini, sepanjang perjalanan saya menjadi penulis, belum ditemukan trik jitu; cara menemukan ide. Ada yang mengatakan ‘jalan-jalan’, rekreasi, nongkrong di caffee,…
Anda terkejut. Sinis. Tersenyum. Atau melotot saat membaca judul tulisan ini? Semua reaksi itu adalah wajar mengingat saya akan menyampaikan hal yang tidak lazim. Hal yang sangat dikeramatkan oleh banyak penulis. Kita sepakat bahwa judul adalah wajah sebuah tulisan. Saya tegaskan bahwa 50% keberhasilan sebuah tulisan terletak pada judul. Selanjutnya, jika judul sudah mampu menarik Pembaca maka 50% lainnya, yakni isi tulisan tinggal mudahnya saja. Nah! Kenapa kok saya mengatakan hal yang keramat itu; boleh ngawur? Begini, mari kita baca deng…
Hampir-hampir, saya tidak pernah menulis atau melakukan aktivitas di depan komputer/laptop tanpa rokok dan kopi. Dua sajian wajib yang 'super wajib' ada di meja tempat biasa saya menulis. Mungkin hanya berlaku untuk diri saya saja. Berbeda orang berbeda cara kerja. Bagi/saya, kopi dan rokok adalah bagian dari elemen proses kreatif. Sepanjang saya menulis, sepanjang itu pula kopi dan rokok menemani. Namun, bagaimana jika tengah malam, saat sedang hot menulis, rokok habis? Warung disekitar rumah tutup semua. Akankah proses kreatif tersen…
Media Sosial