NATAL DAN TOLERANSI GAGAL


Aku pun memahami keberagaman sebagai kepastian Tuhan. #CE. 

Saat aku menulis ini, malam natal 2024, dan aku seorang muslim (paling tidak KTP-ku demikian...hmm). 

Natal adalah kegembiraan atas kelahiran. Begitu juga, saat aku mengingat perayaan kelahiran utusan Tuhan dalam keyakinanku (muslim). 

Jika demikian, mengapa masih ada saja yang memaknai dangkal? Mengkotak diri dalam balutan ego komunal? 

Toleransi Gagal

Tuhan tidak menciptakan kita menjadi makhluk gagal. Kita diciptakan memiliki keunggulan memahami perbedaan. 

Kita diciptakan untuk hidup dalam keberagaman. Ego komunal atas nama keyakinan tertentu, mengobrak-abrik keharmonisan. Menyobek kegembiraan dalam perbedaan  

Penghujung 2024 ini, terasa sekali moralitas kebersamaan cukup kaku. 

Natal 2024 ini, sebagai manusia yang meninggikan kebersamaan --lintas apapun-- aku mencoba memformulasikan, merajut sebisaku toleransi yang compang-camping. 

Dan semoga... #

Posting Komentar

0 Komentar