Covid-19 bikin semua berantakan. Era new normal yang dicanangkan Pemerintahan Joko Widodo, ibarat angin lalu. Faktanya, kini orang semakin 'biasa' mendengar kata virus Covid-19. Saking biasanya, maka banyak (terlalu banyak) yang mengabaikannya. Sebenarnya inilah new normal dalam makna sebenarnya.
Jangan dibikin gerakan, justru terdengar lucu. Biarkan saja, maka sikap normal baru pun akan lahir dengan sendirinya. Sayangnya, kita ini sering latah. Latah untuk menunjukkan eksistensi diri (juga kekuasaan) dengan suka bikin 'agenda publik'. Sejatinya tanpa ribet diagendakan pun publik telah melakukannya dengan sendirinya.
So, bagaimana dengan judul tulisan ini? Kenapa saya malah bicara ngelantur? Emmh...oke, untuk memenuhi 'kewajikan' agar isi sesuai judul (begitu kata anak kuliahan), saya akan sampaikan tiga tips agar terhindar covid-19.
Pertama - jangan pernah memikirkan korona. Wow! Karena pemicu jatuhnya imunitas tubuh adalah kepanikan. Jika pikiran Anda panik maka si korona pun datang perlahan-lahan menemani tubuh Anda.
Kedua - jangan pernah memikirkan mati karena korona. So, Optimis! Itu penting karena inti kesehatan tubuh adalah rasa optimis menjalani keseharian. Konon, orang yang jauh dari rasa optimis akan mudah putus asa. Akhirnya, diri 'mati' perlahan. Anda mau seperti itu?
Ketiga - jangan pernah memikirkan tayangan berita buruk soal korona. Ini jaman keterbukaan informasi. Tapi sadarkah kita jika informasi (hoaks / bukan) dapat menjadi monster pembunuh bagi kita. Jadi, santai saja namun waspada.
Okey! Intinya adalah jaga pikiran. Karen pikiran Anda lebih hebat daripada vaksin Sinovac. Begitulah, semoga ketenangan pikiran selalu ada pada diri Anda.
Jaga diri. Jaga pikiran. #CE

0 Komentar