By. Cucuk Espe In fields where poppies once danced, Beneath a sky now stained, Whispers of sorrow, a tragic romance, As war's cruel tale is ingrained. Soldiers, like shadows, march in despair, Their eyes reflecting a haunting glare, In the symphony of gun and drum, A requiem for the battles yet to come. Upon a canvas of desolation, painted red, The echoes of war, a symphony of dread, Torn landscapes, shattered dreams, Rivers of tears, silent screams. In the ruins of homes, where laughter once soared, Now s…
By Cucuk Espe In nature's realm, where beauty thrives, Humans tread with reckless strides. Ecosystems fragile, pristine and rare, Fall to man's greed, stripped bare. Forests lush, a symphony of green, Now silenced, only echoes remain. Rivers once pure, now tainted by care, As concrete jungles rise, nature despairs. Species vanish, their songs fade, Human progress comes at a grave trade. Earth's intricate web, disrupted and torn, For progress and profit, all else is scorned. Yet hope lingers, a whispering breeze, A chance to mend, t…
Puisi Cucuk Espe Kita masih merah, belum putih Kita masih berdarah-darah, dalam mimpi lirih Hanya merah kesedihan tumpah Tanah Air! Oh, Tanah Air... Inikah merdeka yang terjanjikan itu Di bawah peluru dan derap sepatu Ketika itu angkara adalah biasa Nafsu murka terumbar tanpa jeda. Anak-anak sembunyi dari luka menganga. Tapi, bukankah kita masih merah? Merdeka hanyalah sekedar berani Merdeka hanyalah soal menang kalah Merdeka bukan soal kesadaran diri Akal waras terbungkus kain putih Tersimpan dalam lemari terkunci. ; Jadi merdeka itu apa? Pe…
By Cucuk Espe (Indonesia) Amidst Earth's changing dance of time, Humans play a role, a paradigm. Once in harmony with nature's grace, Now we tread a path of uncertain space. Oceans rise, a silent plea they make, As glaciers weep and slowly break. Forests whisper tales of ancient lore, Yet their cries go unnoticed, ignored. In the warming embrace of the sun, We're challenged to mend what we've undone. A symphony of ecosystems, delicate and rare, Sings a requiem for the world we share. Let us be stewards of this fragile place, Fi…
Lucunya negeri ini... Dan benar saja, bahwa politik adalah 'panglima'. Demokrasi memang lahir dari ranah dialektika politik. Tata negara modern juga proses politik yang terus berkelanjutan. Bahkan, kebudayaan juga merupakan sisi lain politik. Semua serba politik! Karena politik adalah keseluruhan perilaku manusia untuk meraih obsesi diri (semacam cita-cita!). Fenomena lahirnya UU Desa yang baru, dengan substansi viral: perpanjangan masa jabatan kepala desa seluruh Indonesia, merupakan ironi yang berbalut satir. Hmmm, Kepala Desa me…
Aku semakin paham mengapa para tetua atau kakek buyut dulu sering menyendiri dan berdiam diri di suatu tempat. Lepas dari hedonisme dalam rangka mendengarkan suara nurani merupakan tujuan tertinggi. Bukan untuk menyia-nyiakan harta dan segala kesenangan tetapi melatih diri "menyapa" kesenangan dengan sewajarnya. Itu yang penting! Terlalu banyak gelimang kesenangan, kecurangan, kebohongan, keserakahan, dan kemunafikan yang mematikan kejernihan. Terlalu banyak pula manusia yang menghamba pada keseluruhan perilaku tak terpuji. Hasiln…
Indonesia hanya butuh orang ngerti. (Foto: Pexels/Ihsan) Sore hari, sambil minum kopi... Aku telah lama memutuskan tidak menonton televisi. Karena hampir setiap hari, sejak era 'omong kosong' dicanangkan, acara televisi isinya orang adu pinter. Masalah kemiskinan, BBM naik, sembako selangit, apalagi urusan rebutan kursi jabatan, semua diperdebatkan. Semua ingin menang! Aneh kan? Orang-orang tua dulu selalu bilang, di dunia ini pasti ada dua yang saling berhadapan; ada menang, ada kalah. Lha, mereka yang adu mulut di televisi itu,…
Media Sosial