Indonesia Tak Butuh Orang Pintar, Ternyata Hanya Butuh Orang Ngerti...!

 

 Indonesia hanya butuh orang ngerti. (Foto: Pexels/Ihsan)

Sore hari, sambil minum kopi...

Aku telah lama memutuskan tidak menonton televisi. Karena hampir setiap hari, sejak era 'omong kosong' dicanangkan, acara televisi isinya orang adu pinter. 

Masalah kemiskinan, BBM naik, sembako selangit, apalagi urusan rebutan kursi jabatan, semua diperdebatkan. Semua ingin menang! 

Aneh kan? Orang-orang tua dulu selalu bilang, di dunia ini pasti ada dua yang saling berhadapan; ada menang, ada kalah. 

Lha, mereka yang adu mulut di televisi itu, sama-sama tidak ingin kalah, sama-sama ingin memang. 

Takdir Telah Jungkir Balik

Jelas ini takdir telah dijungkirbalik. Semua ingin menang. Semua ingin menuruti keinginannya karena hanya dirinyalah atau cara berpikirnyalah yang benar. 

Oleh karena itu, Indonesia ini, tidak butuh orang pinter. Kita ini hanya butuh orang ngerti. 

Ngerti jika kemiskinan itu harus dihentikan dengan memberi peluang kerja, bukan bantuan sosial yang menyuburkan label hidup miskin. 

Korupsi perlu diberantas dengan aturan hukum yang bikin kapok. Ndak perlu hukuman mati atau puluhan tahun. Misalnya, ketahuan korupsi (sekecil apapun), suruh aja berdiri hanya pakek sempak di perempatan jalan. 

Eit, Anda yang penyuka HAM jangan ngoceh dulu. Anda membela HAM satu orang, tapi hancur itu peluang hidup baik ribuan orang. Nah! Butuh orang ngerti lagi kan untuk memahami? 

Sudahlah! Kalau kurikulum Indonesia hanya berorientasi pada angka, cetak orang pinter, tahun 2045 kita memasuki fase 'Indonesia Keblinger". 

Anda cukup punya pengertian kan membaca tulisan ini?*


Posting Komentar

0 Komentar