Menghayati makna pergantian tahun. (Foto: Dok/ist). Aku menulis catatan ini, 1 Januari 2025. Dan momentum pergantian tahun itu terjadi tadi malam (beberapa jam lalu). Momentum pergantian tahun, mestinya berjalan sangat 'khusyu'. Tetapi tidak terjadi di kampungku atau bahkan di seluruh penjuru negeri. Nuansa profan, tanpa pendalaman makna, menandai detik-detik pergantian tahun. Inikah yang dicari? Momentum pergantian tahun terasa cukup hingar. Sakralitas hanya omong kosong Harapan baru hanya 'silat lidah' jika ada yang bertan…
Manusia dalam dialektika 'sisi gelap' (Ilustrasi: Cucuk Espe) Manusia diciptakan untuk menjadi makhluk teaterikal. Layaknya panggung eksperimental, manusia harus menjalani dengan penuh totalitas. Sisi gelap dan terang saling berdialektika dalam diri manusia untuk menciptakan keutuhan peran. Keutuhan pribadi dan kematangan diri, sejatinya ibarat pendulum gelap-terang yang saling 'bermain' dalam batin. Manusia Sempurna Sebuah utopia menuju kesempurnaan, begitulah manusia menuju keutuhan dirinya. Merawat 'sisi gelap' d…
Aku pun memahami keberagaman sebagai kepastian Tuhan. #CE. Saat aku menulis ini, malam natal 2024, dan aku seorang muslim (paling tidak KTP-ku demikian...hmm). Natal adalah kegembiraan atas kelahiran. Begitu juga, saat aku mengingat perayaan kelahiran utusan Tuhan dalam keyakinanku (muslim). Jika demikian, mengapa masih ada saja yang memaknai dangkal? Mengkotak diri dalam balutan ego komunal? Toleransi Gagal Tuhan tidak menciptakan kita menjadi makhluk gagal. Kita diciptakan memiliki keunggulan memahami perbedaan. Kita diciptakan untuk hi…
Media Sosial