Aku semakin paham mengapa para tetua atau kakek buyut dulu sering menyendiri dan berdiam diri di suatu tempat. Lepas dari hedonisme dalam rangka mendengarkan suara nurani merupakan tujuan tertinggi. Bukan untuk menyia-nyiakan harta dan segala kesenangan tetapi melatih diri "menyapa" kesenangan dengan sewajarnya. Itu yang penting! Terlalu banyak gelimang kesenangan, kecurangan, kebohongan, keserakahan, dan kemunafikan yang mematikan kejernihan. Terlalu banyak pula manusia yang menghamba pada keseluruhan perilaku tak terpuji. Hasiln…
Hampir-hampir, saya tidak pernah menulis atau melakukan aktivitas di depan komputer/laptop tanpa rokok dan kopi. Dua sajian wajib yang 'super wajib' ada di meja tempat biasa saya menulis. Mungkin hanya berlaku untuk diri saya saja. Berbeda orang berbeda cara kerja. Bagi/saya, kopi dan rokok adalah bagian dari elemen proses kreatif. Sepanjang saya menulis, sepanjang itu pula kopi dan rokok menemani. Namun, bagaimana jika tengah malam, saat sedang hot menulis, rokok habis? Warung disekitar rumah tutup semua. Akankah proses kreatif tersen…
Jangan heran! Jika karakter Anda bisa tercermin dari cara Anda minum kopi. Bagi yang tidak suka minum kopi atau ngopi abaikan saja artikel ini. Namun sekedar pengetahuan, boleh dilanjutkan membaca. Hampir semua suka minum kopi. Mungkin bagi yang tidak suka (sama sekali ??!) sedang ada masalah dengan lambungnya. Atau justru rasa tidak suka --minum kopi-- yang berlebihan, boleh jadi itu cermin dari pengalaman buruk di masa lalu terkait minum kopi. Intinya, Anda trauma dengan kopi. Oke! Lantas bagaimana dengan karakter yang tercermin dari cara …
Media Sosial