Aku dan diskusi tanpa tepi; soal teater! (Foto: Dok) Teater dalam konteks sangat sempit adalah seni pertunjukkan. Dan aku ingin bicara dalam konteks sangat sempit itu. Tanpa dibelit prasangka 'konsistensi,' sejatinya aku sedang mendedah dua hal; eksistensi dan eksplorasi. Apakah keduanya dibutuhkan dalam 'berteater dalam konteks sempit' itu? Atau hanya bisa dilakoni salah satu saja? Bagiku, menjalani aktivitas berteater adalah pilihan. Dibelit dengan realitas hari ini, maka berteater seolah dihadapkan pada dua kutub itu Re…
Masihkah Jombang mempunyai Strategi Kebudayaan? (Foto: Dok) Akhir tahun 2024 lalu, sebuah peristiwa asyik terjadi. Pertemuan dengan tokoh budaya Jombang, Jatim, Nasrul Illahi, akrab disapa Cak Nas, sungguh menggairahkan hal baru. Menggairahkan! Karena kami terlibat dalam jagongan budaya yang diinisiasi Sanggar Seni Permata Bangsa pimpinan Abdul Machin. Cak Nas, adik kandung Emha Ainun Najib itu, masih bugar. Meski hampir 10 tahun lebih tidak bertemu, rasanya aura keakraban itu 'sangat cepat' terjadi. Aku dan Cak Nas, bincang banyak …
Menghayati makna pergantian tahun. (Foto: Dok/ist). Aku menulis catatan ini, 1 Januari 2025. Dan momentum pergantian tahun itu terjadi tadi malam (beberapa jam lalu). Momentum pergantian tahun, mestinya berjalan sangat 'khusyu'. Tetapi tidak terjadi di kampungku atau bahkan di seluruh penjuru negeri. Nuansa profan, tanpa pendalaman makna, menandai detik-detik pergantian tahun. Inikah yang dicari? Momentum pergantian tahun terasa cukup hingar. Sakralitas hanya omong kosong Harapan baru hanya 'silat lidah' jika ada yang bertan…
Media Sosial