Puisi Cucuk Espe Kita masih merah, belum putih Kita masih berdarah-darah, dalam mimpi lirih Hanya merah kesedihan tumpah Tanah Air! Oh, Tanah Air... Inikah merdeka yang terjanjikan itu Di bawah peluru dan derap sepatu Ketika itu angkara adalah biasa Nafsu murka terumbar tanpa jeda. Anak-anak sembunyi dari luka menganga. Tapi, bukankah kita masih merah? Merdeka hanyalah sekedar berani Merdeka hanyalah soal menang kalah Merdeka bukan soal kesadaran diri Akal waras terbungkus kain putih Tersimpan dalam lemari terkunci. ; Jadi merdeka itu apa? Pe…
By Cucuk Espe (Indonesia) Amidst Earth's changing dance of time, Humans play a role, a paradigm. Once in harmony with nature's grace, Now we tread a path of uncertain space. Oceans rise, a silent plea they make, As glaciers weep and slowly break. Forests whisper tales of ancient lore, Yet their cries go unnoticed, ignored. In the warming embrace of the sun, We're challenged to mend what we've undone. A symphony of ecosystems, delicate and rare, Sings a requiem for the world we share. Let us be stewards of this fragile place, Fi…
Lucunya negeri ini... Dan benar saja, bahwa politik adalah 'panglima'. Demokrasi memang lahir dari ranah dialektika politik. Tata negara modern juga proses politik yang terus berkelanjutan. Bahkan, kebudayaan juga merupakan sisi lain politik. Semua serba politik! Karena politik adalah keseluruhan perilaku manusia untuk meraih obsesi diri (semacam cita-cita!). Fenomena lahirnya UU Desa yang baru, dengan substansi viral: perpanjangan masa jabatan kepala desa seluruh Indonesia, merupakan ironi yang berbalut satir. Hmmm, Kepala Desa me…
Media Sosial