Manusia dalam dialektika 'sisi gelap' (Ilustrasi: Cucuk Espe) Manusia diciptakan untuk menjadi makhluk teaterikal. Layaknya panggung eksperimental, manusia harus menjalani dengan penuh totalitas. Sisi gelap dan terang saling berdialektika dalam diri manusia untuk menciptakan keutuhan peran. Keutuhan pribadi dan kematangan diri, sejatinya ibarat pendulum gelap-terang yang saling 'bermain' dalam batin. Manusia Sempurna Sebuah utopia menuju kesempurnaan, begitulah manusia menuju keutuhan dirinya. Merawat 'sisi gelap' d…
Aku pun memahami keberagaman sebagai kepastian Tuhan. #CE. Saat aku menulis ini, malam natal 2024, dan aku seorang muslim (paling tidak KTP-ku demikian...hmm). Natal adalah kegembiraan atas kelahiran. Begitu juga, saat aku mengingat perayaan kelahiran utusan Tuhan dalam keyakinanku (muslim). Jika demikian, mengapa masih ada saja yang memaknai dangkal? Mengkotak diri dalam balutan ego komunal? Toleransi Gagal Tuhan tidak menciptakan kita menjadi makhluk gagal. Kita diciptakan memiliki keunggulan memahami perbedaan. Kita diciptakan untuk hi…
Lakon ' Jalan Terakhir' saat dipentaskelilingkan Teater Mbureng (Jombang) ke sejumlah kota di Jawa Timur 2024. (Foto: Mbureng/dok) #1 Saya menulis naskah teater 'Jalan Terakhir' di tahun 2018 lalu. Dan sejumlah komunitas teater di Indonesia telah mementaskan lakon tersebut dalam berbagai momentum. Uniknya, beberapa kelompok teater yang memanggungkan naskah tersebut, memiliki 'karakter pemahaman' interteks yang khas. Itu yang membuat menarik! 'Jalan Terakhir' sebuah lakon sangat pendek. Cerita tokoh Dargo dan K…
Media Sosial