Bagaimana Aku Membaca Puisi?

Sebuah pertanyaan selalu muncul ketika saya diminta mengajari atau melatih cara membaca puisi; bagaimana membaca puisi yang baik? Adakah teori yang manjur untuk tampil di atas panggung membaca puisi? Jujur saya jawab, tidak ada teori yang benar-benar manjur untuk membaca puisi. Kenapa? Anda tidak percaya?

Begini, kalau teori tentang puisi sebagai karya sastra banyak diajarjab di sekolah dan bangku kuliah. Bagaimana unsur pembangun puisi (intrinsik dan ekstrinsik) saling berjalin dalam diksi menbangun makna puisi. Tetapi memahami dua unsur tersebut bukan lantas menjadi pembaca puisi yang baik. Penting memang mengetahui teori tentang puisi sebagai bekal membaca puisi. Saya katakan "bekal", karena belum tentu setelah membuka bekal menjadi " lancar perjalanan" .

Melalui tulisan --sangat-- singkat ini, saya ingin cerita pengalaman saja. Pengalaman seputar membaca puisi. Ada beberapa hal yang perlu dipahami, antara lain;

1. Pengetahuan tentang puisi menjadi penting. Dasar pengetahuan tentang unsur-unsur puisi membuat kita semakin akrab dengan karya bernama; puisi.

2. Bekal utama baca puisi atau tampil di di depan publik membaca puisi ternyata hanya dua, yakni "mengerti" dan "memahami" puisi.

- Mengerti; mengerti sejarah latar belakang puisi. Mengerti juga sejarah penyairnya. Kenapa? Karena dengan mengerti keduanya kita bisa lebih mudah menuju tahap berikutnya. Apa itu?

- Memahami, memahani puisi. Artinya, kita mulai menafsirkan makna puisi. Dengan mengerti latar belakang sejarah puisindan penyairnya, kita lebih mudah menentujan makna utamanya. Puisi yang lahir saat jaman pergerakan, perang kemerdekaan, era orde lama, atau reformasi. Dengan mengetahui hal tersebut, kit akan mudah menentukan tema puisi. Berdasar tema puisi, kita bisa menentukan bagaimana "tone" saat baca puisi. Bersemangat, pelan dan tajam, atau landai seperti.bercerita. 

Hal yang perlu dihindari saat melatih baca puisi adalah jika Anda pelatih (guru) hindari memberi contoh cara baca. Karena anak akan "copy paste" cara Anda. Dan ini akan membunuh karakter anak. Memang butuh proses. Dan jika ingin hasil maksimal, tidak ada cara yang instan.

Demikian, semoga bermanfaat.

Posting Komentar

0 Komentar