Kluster bermakna indah. Bahkan kluster menjadi cita-cita atau harapan terutama bagi pasangan muda. Kluster identik dengan perumahan sederhana yang menjadi impian banyak orang. Siapapun bercita-cita memiliki hunian di kluster yang nyaman dengan tetangg yang ramah.
Namun kenyataan saat ini, istilah kluster justru sangat menyeramkan. Covid-19 merusak makna kluster yang telah terpatri dalam benak masyarakat. Sebelum pandemi ini meneror, siapapu akan bahagia jika mendengar istilah kluster. Apalagi jika mimpi tinggal di kluster elit dapat terwujud.
Banyak orang menabung bertahun-tahun hanya demi mendapatkan kluster impiannya. Namun, tahu 2020 ini, semua mendadak terteror dengan istilah kluster.
Jangan sampai kita berada atau tinggal di area kluster (penyebarangan Covid-19). Bisa berbahaya. Jutaan orang menghindari kluster (penularan). Atas nama pandemi, istilah kluster pun menjadi sangat menyeramkan. Patut dihindari dan diisolasi seketat mungkin. Begitulah bahasa, semua 'suka-suka' penggunanya.
Jangan-jangan istilah 'blogger' puluhan tahun ke depan, boleh jadi menyeramkan ibarat monster yang siap menelan siapapun? Ah...!
0 Komentar