Belum ada penelitian serius korelasi keduanya, namun implikasinya semakin nyata. Ketika sebuah wilayah terdapat warga yang positif Covid-19, maka serta merta wilayah tersebut ditutup; portal menjadi media utama. Jangan heran jika di era new norma ini, ketika Anda jalan-jalan akan menemukan banyak portal di setiap gang masuk perumahan maupun perkampungan. Sesuai SOP (katanya...) Setiap zona merah wajib dibatasi arus mobilitas warga dengan cara portal jalan.
Pertanyaannya sekarang? Apa korelasi Covid-19 dengan portal? Dalam guyonan saya, virus asal Wuhan tersebut akan lari terbirit-birit manakala melihat portal. Oleh karena itu banyak warga menggunakan 'senjata portal' untuk mengusir Si Nakal Covid-19. Apalagi di beberapa kabupaten/kota yang belum melaksanakan PSBB portal dilakukan jam tertentu saja. Seolah virus memiliki jadwal operasional. Hmmm...
Saya bukan tidak setuju penggunaan portal. Bahkan jika ada 'Gerakan Portalisasi', silahkan...saya mendukung. Tetapi bagi saya, pemahaman makna portal yang harus diperhatikan. Ini menjadi tugas siapapun untuk mengembalikan makna portal. Kenapa begitu? Portal adalah perkara mindset. Tidak sekedar memasang palang melintang di jalan umum. Artinya, percuma memasang portal manakala kesadaran bahaya Covid-19 tidak ditumbuhkan.
Palang bambu hanya sarana simbolik saja. Intinya, hal tersebut bermakna agar setiap orang harus berhati-hati dan menjaga interaksi dengan siapapun. Namun salah kaprahnya, di masyarakat kita, penyelesaian penanganan Covid-19 seolah diserahkan pada portal. Muncul anggapan, begitu wilayah kita diportal, maka amanlah sudah dari virus. Keliru!
Ini perkara pola pikir. Lebih tinggi memahami makna filosofis pemasangan portal di kampung-kampung, adalah upaya membangkitkan kesadaran pentingnya usaha preventif daripada kuratif. Jujur saja, selama ini kita lebih mementingkan kuratif (pengobatan) daripada pencegahan. Tindakan pencegahan menjadi kurang populer ketimbang pengobatan. Padahal pandemi ini akan selesai jika dihadapi dengan kesadaran hati bukan euforia portal.
Begitulah kira-kira...
0 Komentar