Hujan terlalu pagi. (Ilustrasi: Dok) Masih belum genap pukul sepuluh pagi, hujan tumpah. Beberapa orang mengumpat serapah, sebagian lain tertawa gundah. Hujan di sini. Saat aku menulis catatan ini, deras bak langit terkuras. Ya! Masih belum genap pukul sepuluh pagi. Bagiku, hujan mendadak tak harus membuat perjalanan luluh lantak. Hujan mendadak tak harus membuat serapah tersedak. Ada nikmat dalam jeda tak terkatakan. Ada nikmat berteduh tanpa bersimpuh. Butir hujan berpendar seperti membawa kabar. Musim hujan selaiknya bukan hambatan. Ta…
Aku dan diskusi tanpa tepi; soal teater! (Foto: Dok) Teater dalam konteks sangat sempit adalah seni pertunjukkan. Dan aku ingin bicara dalam konteks sangat sempit itu. Tanpa dibelit prasangka 'konsistensi,' sejatinya aku sedang mendedah dua hal; eksistensi dan eksplorasi. Apakah keduanya dibutuhkan dalam 'berteater dalam konteks sempit' itu? Atau hanya bisa dilakoni salah satu saja? Bagiku, menjalani aktivitas berteater adalah pilihan. Dibelit dengan realitas hari ini, maka berteater seolah dihadapkan pada dua kutub itu Re…
Masihkah Jombang mempunyai Strategi Kebudayaan? (Foto: Dok) Akhir tahun 2024 lalu, sebuah peristiwa asyik terjadi. Pertemuan dengan tokoh budaya Jombang, Jatim, Nasrul Illahi, akrab disapa Cak Nas, sungguh menggairahkan hal baru. Menggairahkan! Karena kami terlibat dalam jagongan budaya yang diinisiasi Sanggar Seni Permata Bangsa pimpinan Abdul Machin. Cak Nas, adik kandung Emha Ainun Najib itu, masih bugar. Meski hampir 10 tahun lebih tidak bertemu, rasanya aura keakraban itu 'sangat cepat' terjadi. Aku dan Cak Nas, bincang banyak …
Media Sosial