Aku pun memahami keberagaman sebagai kepastian Tuhan. #CE. Saat aku menulis ini, malam natal 2024, dan aku seorang muslim (paling tidak KTP-ku demikian...hmm). Natal adalah kegembiraan atas kelahiran. Begitu juga, saat aku mengingat perayaan kelahiran utusan Tuhan dalam keyakinanku (muslim). Jika demikian, mengapa masih ada saja yang memaknai dangkal? Mengkotak diri dalam balutan ego komunal? Toleransi Gagal Tuhan tidak menciptakan kita menjadi makhluk gagal. Kita diciptakan memiliki keunggulan memahami perbedaan. Kita diciptakan untuk hi…
Lakon ' Jalan Terakhir' saat dipentaskelilingkan Teater Mbureng (Jombang) ke sejumlah kota di Jawa Timur 2024. (Foto: Mbureng/dok) #1 Saya menulis naskah teater 'Jalan Terakhir' di tahun 2018 lalu. Dan sejumlah komunitas teater di Indonesia telah mementaskan lakon tersebut dalam berbagai momentum. Uniknya, beberapa kelompok teater yang memanggungkan naskah tersebut, memiliki 'karakter pemahaman' interteks yang khas. Itu yang membuat menarik! 'Jalan Terakhir' sebuah lakon sangat pendek. Cerita tokoh Dargo dan K…
By. Cucuk Espe In fields where poppies once danced, Beneath a sky now stained, Whispers of sorrow, a tragic romance, As war's cruel tale is ingrained. Soldiers, like shadows, march in despair, Their eyes reflecting a haunting glare, In the symphony of gun and drum, A requiem for the battles yet to come. Upon a canvas of desolation, painted red, The echoes of war, a symphony of dread, Torn landscapes, shattered dreams, Rivers of tears, silent screams. In the ruins of homes, where laughter once soared, Now s…
Media Sosial