Sungai itu wajah peradaban. (Foto Ilustrasi: Sungai di wilayah Jombang-Jatim/cs) Aku tidak sedang menulis lakon pementasan tentang sungai. Juga tidak sedang mempersiapkan puisi tentang sungai. Bagiku, sungai sudah terlalu puitik. Dan sungai - di negeri ini - telah menyajikan lakonnya sendiri. Sebuah cerita yang sangat teaterikal. Sungai hari ini, telah memerankan sisi protagonik dan antagonik yang sangat menarik. Bak seorang aktor yang hadir multitafsir di atas panggung realitas. Baca Juga : ESAINOLOG: HUJAN TERLALU PAGI Imaji sungai menyug…
Hujan terlalu pagi. (Ilustrasi: Dok) Masih belum genap pukul sepuluh pagi, hujan tumpah. Beberapa orang mengumpat serapah, sebagian lain tertawa gundah. Hujan di sini. Saat aku menulis catatan ini, deras bak langit terkuras. Ya! Masih belum genap pukul sepuluh pagi. Bagiku, hujan mendadak tak harus membuat perjalanan luluh lantak. Hujan mendadak tak harus membuat serapah tersedak. Ada nikmat dalam jeda tak terkatakan. Ada nikmat berteduh tanpa bersimpuh. Butir hujan berpendar seperti membawa kabar. Musim hujan selaiknya bukan hambatan. Ta…
Media Sosial